Tugas manajemen k-SD an

[1/8 09.12] dia silvila:

A. Kajian tentang Manajemen Kelas
Kegiatan belajar dan pembelajaran banyak dilaksanakan didalam
kelas dalam arti ruangan. Namun perlu ditekankan disini bahwa adalah
keliru jika kelas hanya diartikan sebagai ruangan, karena kelas
sebagaimana dikemukakan oleh Oemar Hamalik, bahwa kelas adalah
sekelompok siswa yang secara bersama-sama melakukan kegiatan belajar
dan pembelajaran dengan dibimbing oleh seorang guru. Oleh sebab itu
guru perlu memahami berbagai aspek serta berbagai teknik dalam
melaksanakan tata kelola kelas guna mendukung terciptanya belajar dan
pembelajaran secara kondusif dan menyenangkan bagi keberhasilan siswa
menguasai kompetensi yang akan dimilikinya.

1. Pengertian Manajemen Kelas
Guru memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan
kuantitas dan kualitas pembelajaran. Pengelolaan kelas merupakan
salah satu aspek pembelajaran yang harus dikuasai guru agar siswa
dapat belajar dengan optimal. Pengelolaan kelas yang baik akan
membuat suasana kelas menjadi kondusif untuk proses belajar
mengajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Mendukung
hal itu Mulyadi mengemukakan manajemen kelas adalah:

     [1/8 09.13] : “Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku
siswa yang diinginkan dan mengurangi atau meniadakan
tingkah laku yang tidak diinginkan, mengembangkan
hubungan interpersonal dan iklim sosio emosional yang
positif serta mengembangkan dan mempertahankan
organisasi kelas yang efektif dan produktif.”

2.Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata yaitu pengelolaan dan
kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah kelola ditambah
awal pe dan akhir an. Istilah lain dari kata pengelolaan adalah
manajemen. Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa inggris
Management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan,
pengelolaan. Manajemen atau pengelolaan dalam pengertian umum
menurut Suharsimi Arikunto adalah pengadministrasian, pengaturan
atau penataan suatu kegiatan.
Sedangkan kelas menurut Oemar Hamalik adalah suatu
kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang
mendapat pengajaran dari guru. Menurut Suharsimi Arikunto kelas
adalah sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran
yang sama dari guru yang sama.

3.Kelas sebagai lingkungan belajar siswa merupakan aspek dari
lingkungan yang harus diorganisasikan dan dikelola secara sistematis.
Lingkungan ini harus diawali agar kegiatan belajar mengajar bisa
terarah dan menuju pada sasaran yang dikehendaki.

     [1/8 09.15] : adapun karakteristik lingkungan yang baik itu diantaranya adalah kelas
memiliki sifat merangsang dan menantang siswa untuk selalu belajar,
memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapaitujuan belajar.

[1/8 09.15]
  3. Tujuan Manajemen Kelas
Tugas guru yang utama dalam pembelajaran adalah
menciptakan suasana di dalam kelas agar terjadi interaksi belajar
mengajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, guru dan
wali kelas dituntut memiliki kemampuan yang inovatif dalam
mengelola kelas. Dengan pengelolaan kelas yang baik diharapkan
dapat tercipta kondisi kelompok belajar yang proporsional.

    [1/8 09.16] : lingkungan kelas yang baik yang memungkinkan siswa berbuat sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki serta tersedia kesempatan untuk
mengurangi ketergantungan pada guru.11
Menurut Sudirman yang di ambil dari bukunya Syaiful Bahri
Djamarah menyatakan bahwa:
“Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung
dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan
kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam
kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional,
dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu
memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya
suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin,
perkembangan intelektual, emosionaal dan sikap serta
apresiasi pada siswa”.12
     Tujuan pengelolaan kelas secara umum menurut Usman yang
diambil dari bukunya Sulistiyorini adalah:
“Mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan
alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang
memungkinkan siswa belajar dan bekerja serta membantu
siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan”.
    Tujuan manajemen kelas atau pengelolaan kelas, menurut
Mulyadi adalah sebagai berikut:
a) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, sebagai lingkungan
pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk
mengembangkan kemampuan mereka semaksimal mungkin.
b) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi
terwujudnya interaksi pembelajaran.

    [1/8 09.16] Menyediakan dan mengatur fasilitas serta media
pembelajaran yang mendukung dan memungkinka peserta
didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual mereka dalam kelas.
d) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar
belakang sosial, ekonomi, budaya dan sifat-sifat
individunya.
Secara lebih khusus Syaiful Bahri Djamarah mengungkapkan
tujuan manajemen kelas sebagai berikut:
a) Untuk peserta didik
 Mendorong peserta didik mengembangkan tanggung
jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan
untuk mengontrol diri.
 Membantu peserta didik mengetahui perilaku yang
sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami jika
teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan
kemarahan.
 Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan
diri dalam tugas dan pada kegiatan yang diadakan.

     [1/8 09.17] : b) Untuk guru
 Mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran
dengan pembukaaan yang lancer dan kecepatan yang
tepat.
 Menyadari kebutuhan anak didik dan memiliki
kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas
kepada anak didik.
 Mempelajari bagaimana merespon secara efektif
terhadap tingkah laku anak didik yang mengganggu.
 Memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif
dapat digunakan dalam hubungannya dengan masalah
tingkah laku anak didik yang muncul dalam kelas.
      Sebagai guru hendaknya mampu menggunakan dan
mengembangkan pengetahuan yang dimiliki hingga memungkinkan
terciptanya situasi belajar yang baik, dan dapat mengendalikan
pelaksanaan pengajaran dalam pencapaian tujuan yang diinginkan.
Selain itu kelas yang dikelola dengan baik akan membuat siswa sibuk
dengan tugas yang menantang, memberikan pemahaman siswa
terhadap materi belajar, merasa aman dan nyaman ketika berada dalam
kelas dan terciptanya disiplin kelas, yang memungkinkan untuk
mencegah permasalahan yang timbul di dalam pembelajaran di kelas.

     [1/8 09.20]: Pengertian prosedur manajemen kelas sukar dipisahkan
dengan pengertian manajemen kelas. Karena manajemen kelas adalah
pekerjaannya, sedangkan prosedur manajemen kelas adalah langkahlangkah bagaimana pekerjaan itu di kerjakan.

     23 Mulyadi, Classroom Managemen ..
Dengan demikian maka prosedur manajemen kelas
merupakan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melakukan
pekerjaan manajemen kelas itu dengan baik. Hal ini mengandung
pengertian bahwa langkah-langkah yang akan diambil itu harus
didahului dengan suatu pertimbangan yang matang setelah itu mulai
merencanakan serta merumuskan langkah-langkah yang dilaksanakan.
    Adapun prosedur manajemen kelas dapat dikategorikan menjadi dua,
yaitu:
a. Prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan.
Dimensi proses pencegahan merupakan langkah-langkah
yang harus diambil oleh guru dalam rangka mengatur siswa,
fasilitas, atau format belajar mengajar yang tepat yang mendukung
berlangsungnya proses belajar mengajar. Langkag-langkah
prosedur manajemen kelas dimensi pencegahan adalah sebagai
berikut:
1) Peningkatan kesadaran diri sebagai guru. Peningkatan
kesadaran diri sebagai guru merupakan langkah strategis
karena akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa
memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam
melaksanakan tugasnya.
2) Peningkatan kesadaran tanggung jawab siswa. Untuk
meningkatkan kesadaran tanggung jawab siswa perlu
diberikan pengertian tentang kewajiban dan hak-haknya
sebagai anggota kelompok/kelas. Saling pengertian akan
meningkatkan kerjasama antara guru dan siswa.
3) Sikap tulus dari guru. Guru perlu bersikap dan bertindak
secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa.
Karena sikap dan tindakan demikian sangat membantu dalam
manajemen kelas.
4) Mengeal dan menentukan alternatif manajemen. Guru harus
mengetahui pendekatan dalam manajemen kelas, sehingga
guru bisa menggunakan pendekatan manajemen kelas yang
tepat untuk mengatasi problem di kelas.
5) Membuat kontak sosial. Langkah ini berhubungan engan
masalah nilai dan norma. Norma berupa kontak sosial atau
peraturan/tata tertib merupakan standar tingkah laku yang
diharapkan dan memberikan gambaran tentang fasilitas
beserta keterbatasannya untuk memenuhi kebutuhan siswa.

[1/8 09.21]

:     Strategi Pengelolaan Kelas dalam Meningkatakan Proses Belajar
1. Bagaimana strategi guru dalam menyusun rencana pembelajaran?
Strategi menyusun rencana pembelajaran adalah sebagai berikut Kepala
sekolah melalui kebijakan yang dituangkan dalam tugas guru, mewajibkan para guru
untuk membuat program mengajar yang berupa: silabus, Analisa Materi Pelajaran,
Program tahunan, Program Semester, dan Rencana Program Pembelajaran.
Pembuatan program pembelajaran disusun secara bersama-sama melalui pertemuan
Musyawarah Guru Mata Pelajaran yang ada di lingkungan sekolah yang selanjutnya
dimantabkan melalui pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran tingkat
Kabupaten. Selanjutnya perangkat mengajar diserahkan kepada wakil kepala
sekolah bidang kurikulum untuk dikoreksi dan ditanda tangani oleh kepala sekolah.
Pada saat mengajar, para guru selalu membawa perangkat pembelajaran dengan
maksud agar proses belajar mengajar berjalan dengan terarah, dan tujuan yang
dirumuskan dalam program bisa tercapai. Dan bila selesai mengajar perangkat
mengajar disimpan di almari guru masing-masing yang telah disediakan oleh
sekolah, dengan demikian bila diperlukan perangkat mengajar sudah ada di sekolah
dan terjaga keamanannya.
[1/8 09.21]

: . Bagaimana strategi guru dalam membangun kerjasama dengan siswa dalam proses
belajar mengajar?
Kegiatan guru yang profesional merupakan kegiatan atau tugas guru yang
rutin yang dianggap sebagai salah satu cara untuk meningkatkan
profesionalismenya. Dalam menjalin kerjasama dengan siswa, strategi yang
diterapkan oleh guru SMA adalah sebagai berikut:
(a) menjalin hubungan baik dengan siswa, (b) berusaha memahami latar
belakang siswa, (c) penguasaan materi dan cara penyajiannya menarik, (d)
penggunaan model mengajar yang bervariasi dan (e) memberi pembinaan khusus
bagi siswa bermasalah.
Pengembangan sekolah memiliki arti tersendiri bagi sekolah , sehingga
sekolah tidak hanya menjalin kerjasama dengan siswa saja, tetapi sekolah juga
menjalin kerjasama dengan orang tua/wali, perguruan tinggi, instansi pemerintah
dan alumni. Adapun bentuk kerjasamanya adalah sebagai berikut: pengadaan sarana
dan fasilitas sekolah, rekrutmen calon mahasiswa, penyaluran bakat dan minat siswa
melalui kegiatan ektrakurikuler dan pengadaan pembina ekstra kurikuler. Kerjasama
dalam hal ini, tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas saja,
melainkan melalui kegiatan sekolah secara keseluruhan yang mengarah pada upaya
peningkatan prestasi belajar siswa.
3. Bagaimana Pemberian Motivasi belajar terhadap siswa
Pemberian motivasi terhadap siswa adalah sebagai berikut: (a) khususnya
siswa kelas tiga selalu diberi latihan-latihan soal, (b) pemberian tugas untuk praktek
lapangan, (c) mengikut sertakan siswa dalam kegiatan ilmiah, (d)
mengkomunikasikan hasil belajar siswamelalui papan pengumuman maupun
melalui pertemuan dengan orang tua, (e) pemberian reinforcement, (f) penggunaan
media dalam pembelajaran dan (g) pemberian layanan bimbingan. Dengan
pemberian motivasi dalam bentuk pemberian tugas pada siswa, hasilnya efektif
sekali karena dengan strategi tersebut mampu mempertahankan dan meningkatkan
prestasi belajar siswa.
4. Bagaimana strategi dalam menciptaan Iklim Pembelajaran
Agar pelaksanaan pembelajaran di kelas berlangsung dengan lancar dan
efektif, maka pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah, staf dan guru melakukan
upaya berupa: (a) petugas tatib selalu mengantisipasi berkeliling di lingkungan
sekolah untuk mengontrol tempat-tempat yang rawan, (b) waka kesiswaan
mengadakan razia di dalam kelas dengan dibantu petugas tatib dan guru
pembimbing, (c) dalam mengajar guru berusaha memahami karakter siswa, (d) guru
berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang demokratis, (e) guru memberi
kesempatan siswa untuk bertanya tentang kesulitan pelajaran atau masalah lainnya,
dan (f) guru berusaha menciptakan kemudahan siswa dalam mempelajari pelajaran
eksak. Dengan strategi seperti diatas, maka iklim di lingkungan SMA,
memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga siswa merasa
senang dan betah berada di sekolah selama jam efektif kegiatan belajar mengajar,
bahkan hingga sore hari untuk mengikuti kegiatan tambahan.
5. Bagaimana Upaya dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa
Karakteristik SMA yang baik adalah semua warganya mulai dari pimpinan
sekolah, guru, karyawan dan siswanya memiliki budaya disiplin yang tinggi. Namun
demikian pihak sekolah tetap mempertahankan serta melestarikan budaya disiplin
yang sudah bagus ini untuk ditingkatkan menjadi menjadi kultur disiplin yang
[1/8 09.22]

: mandiri. Adapun strategi untuk meningkatkan disiplin, sebagai berikut: (a) sekolah
memiliki sistem pengendalian ketertiban yang dikelola dengan baik, (b) adanya
keteladanan disiplin dalam sikap dan prilaku mulai dari pimpinan sekolah, guru dan
karyawan, (c) mewajibkan siswa baru untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, (d)
pada awal masuk sekolah guru bersama siswa membuat kesepakatan tentang aturan
kelas, (e) memperkecil kesempatan siswa untuk ijin meninggalkan kelas, (f) setiap
upacara hari senin diumumkan frekuensi pelanggaran terendah. Dengan strategi
tersebut diatas kultur disiplin siswa bisa terpelihara dengan baik, suasana
lingkungan belajar aman dan terkendali sehingga siswa bisa mencapai prestasi
belajar yang optimal.
6. Bagaimana pelaksanaan Evaluasi Proses Belajar Mengajar
Evaluasi dalam pembelajaran di SMA ada dua macam yaitu: (1) penilaian
terhadap hasil belajar siswa, (2) penilaian terhadap proses pengajaran.
Penilaian terhadap hasil belajar siswa baik dari ulangan harian, ulangan
semester, Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional menunjukkan hasil yang
memuaskan, berdasarkan data perolehan ulangan semester, perolehan Ujian Akhir
Sekolah dan Ujian Akhir Nasional, penilaian terhadap proses pengajaran, berdasarkan
hasil wawancara, observasi peneliti dan supervisi kepala sekolah, bahwa kompetensi
guru dalam pembelajaran di kelas sudah bagus sekali, bahkan guru senior selalu
menularkan etos kerja yang bagus, baik dalam melaksanakan tugas mengajarnya, tugas
mengadministrasi hasil mengajar, maupun tugas tambahan dari sekolah.

Komentar

Posting Komentar